Part 12 : Ratna

2668 Kata

Gemilang bintang menaburkan langit malam di Ardaka. Burung hantu mulai menggeruk untuk menipu mangsanya. Angin berdesir pelan meniupkan dedaunan samar di puncak pepohonan. Cahaya dari obor dan oncor berkelebat mengikuti arah angin yang menerpanya.   Kehenginan malam di Astana, tak sebanding dengan keraguan Ratna yang terdiam di kamarnya. Matanya memandang sayu kearah cahaya sentir yang membumbungkan asap hitam di atas tabungnya. Cahayanya begitu temaram dan menenangkan, walau baunya pengap dan membuat sesakan nafas.   Ratna sadar beberapa hari lagi, ia akan mengikuti arak-arakan di jalur Keprabuan bersama ayahnya. Prabu Aryawangsa sudah memastikan bahwa Ratna akan dijodohkan dengan Candrakanta, putra mahkota Kadipaten Yudanta. Tentunya, ia akan berpisah dengan Astana Ardaka yang mega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN