Malam di saat petugas istana mendatangi kediaman Noa, pemuda itu benar-benar tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Akhirnya, setelah penantian panjang, ia berkesempatan mengunjungi Wintersnow. Andai diizinkan, Noa ingin mengajak serta Agatha dan Abel. Sayang kesempatan hanya diperuntukan bagi Noa. Ia beserta beberapa siswa terpilih mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar. Semenjak kepergian Rose, Agatha lebih sering menyibukkan diri dengan data perpajakan. Mungkin Agatha berpikir deretan angka yang berbaris rapi dalam kolom mampu mengalihkan rasa rindunya. Abel mulai menekuni bisnis. Tampaknya kedua manusia itu tak ingin menunjukkan rasa kehilangan. Noa merasa ada lubang kosong di dalam jiwanya. Meski tahu bahwa gadis yang dicintainya telah menjadi milik pemuda lain, tetap saja Noa

