DUA PULUH TUJUH

1451 Kata

Berdiri di bawah pohon cedar, Rose tak menyangka berjumpa sosok yang selama ini ia rindukan: Noa. Sudah tak penting lagi ada ataupun tidaknya rasa di antara mereka. Rose telah menentukan pilihan, Tiago-lah yang akan menemaninya hingga akhir hayat. Sementara Noa, pemuda itu hanyalah masa lalu Rose. “Rose,” kata Tiago. Ia membimbing Rose, menggandeng tangan gadis itu agar mendekat pada Noa. “Aku ingin kau menemui teman lamamu.” Rose menatap Tiago, meminta penjelasan. “Apa maksudnya?” “Aku kira kau akan senang bertemu sahabatmu.” “Tapi….” “Tidak ada tapi,” potong Tiago. Ia mencengkeram kedua lengan Rose, seulas senyum menyaput bibirnya. “Noa, aku titip Rose.” Noa mengangguk, mengiakan. Pangeran berambut perak itu meninggalkan Rose bersama Noa. Entahlah, semenjak ketiadaan Tiago, taman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN