DUA PULUH DUA

1295 Kata

Dua hari setelah kejadian mengerikan; saat tawon-tawon beterbangan ke segala penjuru—menyengat, meninggalkan rasa sakit di kulit, berdengung nyaring. Sungguh, tiada kata yang mampu menggambarkan suasana kala itu selain satu kata: teror. Rose tak mengerti alasan di balik kemujurannya hingga ia terselamatkan dari tangan sang maut. Syukur atas segala rahmat Luma, sang dewa berkenan mempersilakan Rose menikmati satu kehidupan. Oleh karena itu, ia tak akan membuang kesempatan untuk memulai awal baru. Rose belajar menerima keadaan. Ia menyadari Noa bukanlah pelabuhannya. Luma telah menasbikan takdir Rose bersisian dengan Tiago, sang pangeran musim dingin. Dipikir seratus kali pun Rose masih belum sanggup memahami maksud segala suratan hidup. Apa yang Rose inginkan tak kunjung tiba, namun sebal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN