BAB 42 - Simbiosis di Balik Topeng Kematian

1549 Kata

Nayla berjalan menjauh dari Yiven Mahendra di pelataran parkir rumah sakit, dengan langkah yang sengaja dibuat kaku dan cepat, seolah-olah setiap detik ia bertahan di sana, tanah di bawah kakinya akan menelan dirinya bulat-bulat. Namun, begitu bayangan tubuh jangkung Yiven menghilang di balik tikungan lobi, seluruh kekuatannya seolah ditarik paksa. Sendi-sendinya luruh. Teriakan "Maria?!" yang parau itu bukan sekadar panggilan; itu adalah sebuah hantaman godam yang meretakkan topeng pualam identitasnya hingga seratus persen! Amarah yang ia lontarkan tadi hanyalah sebuah kamuflase yang rapuh—sebuah benteng pasir yang ia bangun di tengah badai untuk menyembunyikan teror murni yang sedang mengamuk di dadanya. Yiven sudah tahu. Yiven sudah sangat yakin. Dan Nayla sangat mengenal laki-laki it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN