BAB 47 - Sisa Nafsu di Atas Puing Kehancuran

1471 Kata

Dunia di mata Yiven Mahendra saat ini adalah sebuah pusaran warna yang buram dan berputar. Bau tajam wiski yang ia tenggak habis-habisan di bar tadi seolah telah meresap ke dalam pori-porinya, menguap bersama keringat dingin yang membasahi pelipis. Langkahnya berat, tidak stabil, seolah bumi di bawah kakinya sedang mengalami gempa tektonik yang tak kunjung usai. Jarak antara dirinya dan pintu unit apartemen yang menyimpan rahasia hidupnya tinggal beberapa meter lagi. Namun, Yiven berhenti. Logikanya yang tersisa di balik kabut alkohol memperingatkannya dengan suara parau: Hanya sampai sini, Yiven. Jangan melangkah lebih jauh. Ia tahu, dunia di balik pintu itu adalah tempat suci yang sudah dijamah oleh Devan Adhitama, dan terlarang untuknya. Yiven menatap nanar ke arah daun pintu yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN