Duduk Berhadapan dengan Kebenaran

1307 Kata

Hari-hari pertama menyamar sebagai Abim terasa seperti menyusup ke dalam teka-teki hidup. Arju memang bukan ilmuwan atau peneliti sejati, tapi otaknya bekerja dengan cepat, hampir refleks seperti radar yang terus menangkap celah dan pola. Sejak malam-malam panjang di rumah sakit tempat Abim terbaring koma, Arju diam-diam mempelajari dokumen digital, catatan kerja, bahkan komunikasi email Abim yang ia akses lewat ponsel kembarannya. Ia mencatat nama-nama penting, kebiasaan rekan kerja, dan jargon teknis yang cukup untuk membuatnya tidak terlalu terlihat asing di mata tim R&D. Kini, di ruang kerja bercahaya putih lembut yang dipenuhi aroma alkohol dan bahan kimia, Arju duduk di bangku Abim. Komputernya menyala dengan sistem pengolahan data hasil uji klinis yang nyaris asing baginya, namun i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN