Dinar membuka mata perlahan, sinar matahari pagi sudah mulai mengintip dari celah-celah jendela kaca hotel. Chris yang baru saja keluar dari kamar mandi, menatap mesra Dinar. "Sudah bangun, Sayang?" tanya Chris, berjalan ke arah Dinar sambil menggosok-gosokkan handuk kecil di kepalanya. "Hum, baru saja. Kamu sudah mandi?" tanya Dinar, wajah bantal Dinar membuat Chris tersenyum melihatnya. "Sudah, kamu mau mandi sekarang, atau nanti saja?" tanya Chris, sembari duduk di samping Dinar. "Sekarang saja," jawab Dinar. "Aku mandi sebentar," lanjut Dinar, beranjak dari tempat tidur. Melihat Dinar sudah masuk ke dalam kamar mandi. Chris mengambil ponselnya, berada jauh dari anaknya untuk yang pertama kali, membuat Chris selalu saja merasa rindu. Dinar benar. Harusnya aku mengajak Ihza ke sini

