Kesempatan [Bab 22]

1858 Kata

Pada jam 3 pagi Akiko terbangun karena dadanya terasa sesak, dia pikir mungkin hawa dingin membuat tubuhnya semakin lemah. Namun, gadis itu baru ingat kalau malam ini dia tidur satu kamar dengan Glen yang memiliki penghangat ruangan. Berbeda dengan kamarnya dulu yang sangat kosong dan dingin, lalu kenapa dia masih kedinginan padahal juga sudah memakai selimut tebal? Kemudian perhatiannya teralihkan pada Glen karena pria itu tidur memeluknya, pemilik mata hazel itu sering membuatnya bingung dengan sifatnya yang berubah-berubah. Kadang sangat kejam, tapi di sisi lain juga baik sampai membuatnya lupa bahwa pria itu adalah seorang mafia berdarah dingin. Akiko mengusap wajah Glen dengan tangannya yang dingin, lalu menatapnya lama dengan mata sendu yang selalu menyimpan kesedihan sendiri.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN