Farah terkejut begitu memasuki apartemen Sonya. Ia melihat seisi apartemen abruradul. Barang-barang berserakan di mana-mana. Padahal baru kemarin dirinya datang menengok keadaan Sonya dan semuanya masih rapi seperti sediakala. "Mbak Sonya?" Farah berseru melihat Sonya sedang membuka laci-laci di ruang tengah. Sonya menoleh sekilas. "Oh, kau sudah datang," balasnya singkat, lalu tangan mulai kembali bergerak mengacak-acak isi laci. "Aku akan segera bersiap untuk jadwal pemotretan. Lima belas menit lagi ya." Farah hanya terdiam melihat Sonya yang seolah sibuk mencari sesuatu. Langkahnya kemudian berubah menuju bagian dapur, membuka laci atas yang berisi peralatan masuk yang hampir tak pernah disentuh oleh Sonya. "Apa Mbak Sonya mencari ini?" Sonya berhenti bergerak. Berbalik badan dan m

