Chapter 18

1471 Kata

Aroma kue bolu yang dipanggang dengan berbahan dasar gandum yang kaya akan rempah, menyeruak hingga ke dalam kamar penginapan Sonya. Hidung wanita itu bahkan berkedut dengan mata yang masih terpejam. Kesadarannya mulai kembali, tetapi matanya masih terasa berat untuk terbuka. Aroma sarapan yang menggoda itu, akhirnya meruntuhkan rasa malas Sonya untuk tetap tidur. Perlahan ia membuka matanya dan menemukan sesuatu yang aneh persis di depan matanya. "Apa aku masih bermimpi?" gumam Sonya kini memandangi sebuah wajah yang berada sangat dekat dengannya Wajah itu adalah Nevan. Lelaki yang menyusulnya untuk tidur satu ranjang dengan Sonya tanpa wanita itu sadari. "Bukankah ini terlalu nyata untuk sebuah mimpi?" Tangan Sonya terulur untuk menyentuh hidung mancung Nevan. Meski sekilas, tetapi i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN