Sonya lebih kuat yang dipikirkannya. Ia telah mempersiapkan hatinya jika berita tentang ayahnya yang berselingkuh akan dirilis. Entah siapapun yang menjadi informannya. Namun hingga tiga hari berlalu setelah pertemuannya dengan Olivia, tidak ada berita yang muncul. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Nevan melirik Sonya. Ia menjemput Sonya di agensinya, pada jam makan siang. Keduanya duduk di kursi belakang, sedangkan yang menyetir adalah sopir Nevan. "Entahlah, aku merasa aneh bahwa setelah mengungkapkan segalanya di hadapan Olivia, tidak ada satu pun berita keluar yang mengungkit tentang ayahku," jawab Sonya. Nevan meletakkan tangannya di atas tangan Sonya. "Bukankah itu malah bagus?" Sonya menoleh sambil tersenyum tipis. "Padahal itu bisa jadi kesempatan bagus bagi Olivia menjatuhkanku.

