Sayup-sayup mata Sonya terbuka secara perlahan. Tepat setelah jarum jam mengarah pada pukul satu dini hari. Pandangannya kemudian samar melihat Farah yang berbagi sofa dengan Gege. Bibirnya tersenyum, melihat dua wanita terdekatnya itu berada satu ruangan dengannya. Telah membayangkan bagaimana Farah dan Gege khawatir saat dirinya belum siuman. "Harusnya mereka pulang istirahat," gumam Sonya mencoba bangkit. Ia kemudian melepas alat bantu pernapasan dari wajahnya, karena merasa sudah bernapas normal. Tiba-tiba Sonya merasakan perutnya keroncongan. Ia meringis pelan, karena melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul tengah malam. Sebagai seorang selebritis yang tengah membintangi sebuah film, tentu pantang baginya makan jam segini. "Aku sudah sakit begini. Pasti berat badanku akan menyus

