“Mama ingin meminta maaf kepada kalian. Kamu dan istrimu,” ucap Zara pada akhirnya dengan mata berkaca-kaca. “Mama tidak akan pernah lagi memintamu untuk bertunangan atau menikah dengan jalang sialan itu.” Sorot mata Zara kembali menyala saat bayangan Ruhandhina muncul dalam benaknya. “Ruhan yang Mama maksud?” Andri memastikan sambil mengernyit. Ingin rasanya dia tertawa sekencang-kencangnya saat melihat Zara mengangguk, sebab dulu ibunya sangat membanggakan wanita yang ingin dijodohkan dengannya tersebut. “Mama sangat menyesal karena sempat membujukmu mati-matian agar kamu mau bertunangan atau menikah dengan wanita itu. Mama memaklumi jika kamu dan Zelda tidak mungkin memaafkan Mama dengan mudah, tapi Mama sungguh-sungguh menyesal. Perkataan dan perbuatan Mama pasti sangat melukai kalia

