NJAE 44

1118 Kata

Pagi ini langit sangat cerah setelah beberapa hari bumi diguyur hujan. Meski sudah saling mengakui perasaan masing-masing, tapi entah kenapa malah membuat Zelda dan Andri berbalik canggung ketika ingin mengungkapkan rasa cintanya. Padahal dulu bermesraan pun layaknya pasangan kekasih dirasakan biasa saja. Terlepas dari itu, hati keduanya kini terasa lebih lega setelah Luan bisa menerima pernikahan mereka dengan tangan terbuka, terlebih tanpa syarat atau kesepakatan lainnya. Walau bagaimanapun, pernikahan mereka harus diterima oleh kedua belah pihak keluarga. Kini tinggal menunggu orang tua Andri yang harus membentangkan tangannya lebar-lebar atas pernikahan mereka. “Zel, ikut mencari udara segar di halaman?” tanya Andri usai membersihkan tempat tidurnya. “Duluan saja, nanti aku menyusul,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN