Aezar melangkah menuju tempat yang dia yakini merupakan asal sekelebat bayangan hitam yang dilihatnya tadi. Sambil memegang erat pedang yang tersampir di pinggang disertai jantungnya yang berdetak cepat, dia berjalan memasuki area yang begitu sepi. Banyak pohon yang tumbuh tinggi di sana, juga semak-semak liar yang menghalangi penglihatan dan jalan. Memang benar tempat di dekat sungai merupakan area sepi yang hampir menyerupai hutan. Aezar menggulirkan mata untuk menatap sekeliling. Bukan hanya matanya yang dipasang setajam mungkin untuk mencari seseorang atau sesosok makhluk yang dia yakini merupakan bayangan yang dilihatnya tadi, tapi telinganya pun ikut dia pasang dengan tajam untuk mengawasi dengan penuh antisipasi suara apa pun yang terdengar. Hahahaha Seketika Aezar menoleh ke

