Di dalam ruang kerja megah dengan jendela besar menghadap langit Jakarta, Arjuna duduk terdiam. Tangannya menggenggam erat sebuah foto tua—foto masa SMA-nya. Senyuman tipis tampak di sudut bibirnya, tapi matanya menyimpan kerinduan yang belum padam. "Kenanga... di mana kamu sekarang?" gumamnya dalam hati, nyaris tak bersuara. Arjuna bukan lelaki biasa. Ia adalah pebisnis muda dan pewaris tunggal PT. Bismaarjuna Agung Perkasa, perusahaan raksasa yang menaungi sepuluh pabrik dan dua puluh restoran mewah tersebar di berbagai kota besar Indonesia. Semua orang memujinya sebagai pria sukses, tampan, dan nyaris sempurna. Tapi hanya satu yang tak bisa ia raih: cinta pertamanya—Kenanga. Dulu, saat SMA, Arjuna pernah menyatakan cinta pada Kenanga. Gadis cantik bersahaja itu menolak dengan halus,

