Bab 27

1551 Kata

Hari Minggu itu, langit cerah mengiringi perjalanan Revan dan Kenanga ke Bogor. Di kursi belakang, bayi mungil mereka, Alfarez, tertidur pulas dalam dekapan gendongan Kenanga. Sesekali Kenanga membelai pipi anaknya yang halus, sementara Revan fokus menyetir dengan sesekali menoleh ke kaca spion, memastikan semuanya baik-baik saja. “Mas,” bisik Kenanga pelan, “senang banget akhirnya bisa jalan bareng gini.” Revan tersenyum. “Hari ini kita sekalian silaturahmi ke Yusuf, siapa tahu dia lagi butuh semangat.” “Terima kasih ya, Mas…” Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, akhirnya mobil mereka tiba di pelataran pondok pesantren tempat Yusuf, adik Kenanga, mengabdi dan belajar. Kenanga turun lebih dulu, menghampiri Yusuf yang sedang duduk membaca kitab di bawah pohon rindang. Sementara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN