Bab 45

1173 Kata

Dua bulan telah berlalu sejak peristiwa penculikan yang hampir merenggut nyawa Kenanga. Luka fisik dan batin perlahan pulih. Rumah tangga Revan dan Kenanga kembali hangat, bahkan terasa jauh lebih erat dari sebelumnya. Pagi itu, Revan duduk di ruang kerjanya di kantor pusat PT. Hendra Revano Perkasa. Matanya terpaku pada layar laptop, membuka berita terbaru dari portal bisnis nasional. > "Pengusaha muda Arjuna tertembak saat proses penangkapan oleh interpol di Bandara Changi, Singapura. Kondisinya kritis dan kini dirawat di ruang isolasi khusus di rumah sakit pemerintah Singapura. Pihak kepolisian menolak memberi pernyataan lebih lanjut." Revan menyandarkan tubuhnya di kursi, tatapannya kosong. Hatinya gamang. Haruskah ia bersyukur karena ancaman itu tak akan datang lagi? Atau seharu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN