Bab, 36. Penyesalan.

1106 Kata

Seakan tamparan keras pun tak akan mampu menyadarkan seseorang. Dan di saat ia sadar, semua sudah berakhir, dan hancur pula. "Apa yang kau lakukan ini sudah tentu papa ketahui kenapa! Kalau kau memang mencintai Diandra, kenapa lantas setuju bertunangan dengan adiknya?! Kau bukan hanya menyakiti Diandra, tapi menyakiti diri kamu sendiri, kamu paham?!" teriak Pak Bambang pada malam itu. Devan menatap ayahnya dengan tatapan mata berkaca-kaca, airmatanya jatuh seketika, dan tak berselang lama – ia tampak berlutut dan memeluk kaki ayahnya. "Papa, maafkan aku..., aku salah papa, aku mencintai Diandra, aku tidak bisa begini pah." ujar Devan dengan tangis yang mulai menyayat hati. Ratih hanya mampu memandang semuanya dari kejauhan, hatinya terasa panas saat melihat dan menyaksikan semuanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN