Victor menatap ke arah mertuanya dengan tatapan mata yang tampak datar, ia enggan menanggapi karena tahu betul sikap mertuanya. Semakin ia menanggapi, maka semakin parah hinaan yang akan mereka lontarkan pada dirinya. Diandra merasa tidak enak pada suaminya, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena ia tahu, seberapa besar ia menjelaskan – tidak akan ada yang percaya kalau suaminya merupakan anak satu-satunya seorang miliarder terkenal yang jarang di ketahui seperti apa perwujudannya di kotanya tinggal. "Aku ambil mobil dulu, kamu tunggu di sini sebentar." Victor mengecup pipi istrinya sebelum ia benar-benar pergi dari sana. Sintia dan Lumina tampak menatap sinis kepergian Victor. "Mungkin mereka rental mobil kali, Mah. Tapi buat apa juga, sih?! Bukannya itu akan buang-buang uang saja."

