Victor tentu sangat mengetahui seperti apa wujud dari manusia biadap yang kerap kali menghinanya demikian, Angga yang mendengar hinaan yang dilontarkan pada bos mudanya tampak geram. Pria itu hendak maju dan memberitahukan pada siapa pria kurang ajar itu bicara. "Lancang sekali kamu! Kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?!" ujar Angga dengan suara yang terdengar begitu geram. "Angga, sudah. Biarkan saja, tidak ada gunanya bicara pada orang yang keras kepala." Victor menghentikan Angga, dan karena hal tersebut – akhirnya Angga menahan rasa kesal dan amarah yang seakan hendak meluap. Victor hanya menghela nafas panjang sembari menatap ke arah Damian dengan tatapan yang terlihat sangat datar. Damian sendiri tampak tersenyum miring sembari menatap wajah Victor. "Memangnya siap

