Bab, 90. Takdir atau Nasib?

1308 Kata

"Sudahlah, tidak usah kau ratapi terus menerus, tak akan ada yang berubah selain kau makin terpuruk! Begini saja, besok aku akan menemani kamu mengurus masalah. Kau mau mengakhiri hubungan kamu dengannya atau tidak?" Devan terdiam mendengar semua kata-kata dari temannya itu. Ia tentu hanya ingin mengakhiri semuanya karena ia terlalu muak menghadapinya dan hatinya terlalu sakit setelah melihat semuanya. "Tentu saja akan aku akhiri, aku tidak mungkin menikahi wanita liar!" tutur Devan dengan sangat kesal. Temannya akhirnya terkekeh saat mendengar ucapan Devan. "Resiko salah pilih pasangan. Tak ada yang bisa kamu lakukan selain menunggu orang yang tepat. Dan, ngomong-ngomong..., apa pernikahan mantan pacar kamu tidak di rayakan?" Devan terdiam di saat mendengar pertanyaan tersebut, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN