Bab, 43. Tersipu malu.

1005 Kata

"Ekhem!" Suara itu membuat Diandra melepaskan pelukannya pada suaminya, dan pada saat itu, ia menatap ke arah sumber suara. Pipinya tampak memerah saat melihat ke arah sumber suara. Pada saat itu, akhirnya Diandra makin malu pada saat itu. Ratih yang melihat hal tersebut hanya tersenyum hangat. "Sudah, tidak usah tersipu malu begitu." ujar Ratih. "Ah, mamah apa sih." Diandra bangkit dari duduknya, ia bergegas menuju ke kamar mandi. "Eh, mau ke mana?" tanya Ratih. "Mau ke kamar mandi sebentar, mah." balas Diandra tanpa menoleh ke arah Ratih. Tapi telinganya tampak merah, sehingga Ratih maupun Victor tampak mengerti mengapa Diandra pergi ke kamar mandi. Ratih dan Victor tersenyum sembari menatap ke arah Diandra, bahkan Victor sampai tertawa kecil pada saat itu. Beberapa saat ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN