Ana terbangun saat Leon membuka gorden kamarnya, sinar matahari yang mangenai wajahnya membuatnya terbangun dari tidurnya. "Kau sudah bangun?" Leon tersenyum menatap Ana. Ana mengangguk, dia menarik selimutnya sampai d**a lalu bersandar di kepala ranjang. Ana tidak menyangka, dia berani melakukan ini. Ana kembali teringat dengan kejadian semalam. Alasan kenapa Ana tidak mau berhenti karena saat itu tiba-tiba saja Ana membayangkan wajah Devan. Ana melihat Devan tersenyum padanya, seketika hati Ana luluh dan akhirnya hal itu terjadi. Jujur, Ana merasa sangat bersalah karena sudah melakukan ini pada Leon. Tapi Ana juga tidak mengerti kenapa bayang-bayang Devan selalu muncul tiba-tiba. Leon berjalan mendekat, Ana menelan ludahnya sendiri karena melihat Leon bertelanjang d**a, hanya meng

