Episode 44

1902 Kata

Vanya duduk sendiri di sebuah bangku di taman belakang rumah sakit. Kejadian beberapa saat yang lalu membuat semua khawatir karena tiba-tiba Devan pingsan dan sekarang Devan berada di ruang UGD. Leon dan Feli datang menghampiri Vanya, "Ve?" Vanya mendongak, "Fel, bagaimana keadaan Devan? Dia baik-baik saja kan?" Feli menatap Leon, lalu menghela nafas, "Devan belum bangun, Reza dan Leila sedang menjaga Devan." Vanya kemudian berdiri, Leon langsung bertanya, "Kau mau kemana?" "Aku ingin melihat Devan." "Tidak Vanya." "Kenapa? Aku hanya ingin melihat keadaan Devan." "Kau mengkhawatirkannya?" Ucapan Leon membuat Vanya terdiam, Leon tau kalau Vanya sangat mengkhawatirkan Devan seakan Vanya sangat mencintai Devan. Vanya menggeleng pelan, "Aku tidak khawatir, aku hanya merasa bersalah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN