Leon memarkirkan mobilnya di depan rumah Ana. Leon keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Ana. Ana keluar bersama Sean yang tengah digendongnya. Saat sampai di depan pintu, Sean turun dari gendongan Ana dan berlari masuk ke dalam rumah. "Sean, jangan lari sayang." Teriak Ana. Ana geleng-geleng kepala seraya tersenyum melihat Sean yang sudah aktif kembali. Sejak kemarin Ana khawatir karena Sean demam tinggi. Tante Lista yang sedang membaca buku di sofa melihat Ana datang, sedangkan Leon pergi ke kamar mandi. "An, kau sudah pulang? Bagaimana presentasimu hari ini? Apa semua baik-baik saja?" Ana mengangguk, "Semuanya lancar, hanya saja aku sedikit terlambat, tapi saat aku menjelaskan alasanku terlambat, semua klien memakluminya." Tante Lista juga khawatir dengan pekerjaan Ana kare

