Keyra pun masih menangis, namun saat ini Opa nya harus segera di mandi kan. Karena dulu Opa nya pernah bilang ke Mama dan Papa Regan dan juga Lisa bahwa Opa Keyra ingin jika ia meninggal ia langsung di kubur kan. Saat ini Keyra sudah berada di depan kamar mayat. Ia masih memeluk Regan dan masih menangis tidak Terima dengan semua nya. Sementara Harris masih melihat mereka dari kejauhan, ia belum berani mendekat. Sampai akhir nya ada yang menepuk pundak nya dari belakang. Ternyata itu adalah Umi nya. "Assalamu'alaikum Harris. Gimana Keyra?" tanya Umi nya dengan khawatir sekali. "Waalaikumsalam Umi. Keyra ada di sana" ujar Harris sembari memperlihatkan depan kamar mayat itu. "Kalo gitu ayo kita kesana" ujar Kyai Abdul kepada mereka. "Tapi Eyang. Nanti mereka... " ujar Harris dengan

