41. Terpisah

1007 Kata

Seperti yang sudah dibicarakan, sepulang bekerja, Anvicha dijemput oleh sang suami yang akan mengantarnya ke apartemen. Di dalam mobil Sadam, sudah terdapat keperluan Anvicha yang sudah dikemas sejak pagi. "Keganggu sama bau aku enggak?" Anvicha meringis mendengar pertanyaan dari suaminya. Dia bahkan sudah mengenakan masker dan menahan rasa bersalah pada Sadam yang tanpa sadar dia hindari untuk mencegah mual parah. "Enggak, Mas. Ini aman kok," kata Anvicha sambil duduk dengan nyaman setelah mengenakan sabuk pengaman. Sadam mengangguk, mulai menyalakan mesin mobilnya dan kemudian berjalan meninggalkan kantor tempat Vicha bekerja. "Apa teman-teman satu ruangan kamu tahu, kalau kamu istriku dan sedang hamil?" Untuk menjawab kedua pertanyaan itu, Vicha menggeleng pelan. "Mungkin ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN