50. Kencan

1008 Kata

Anvicha melirik pada suaminya ketika dia sedang mengenakan sabuk pengaman, lelaki yang tiba-tiba datang ke tempat kerjanya padahal hari ini sedang membolos setelah apa yang terjadi kemarin. Tapi bukan itu yang membuat Vicha merasa heran pada Sadam, justru ekspresi yang ditunjukkan oleh Sadam itu yang menarik perhatiannya. Selama ini, Sadam adalah orang yang selalu berwajah datar atau hanya akan bereaksi saat mencibir Vicha secara terang-terangan. Tapi kali ini, ekspresi yang ditunjukkan adalah ekspresi marah yang tidak biasa. Bahkan saat mereka sudah berada di dalam mobil hanya berdua seperti ini. "Mas, kenapa tiba-tiba kesini? Bukannya Mas pengen istirahat? Demamnya sudah sembuh?" Vicha membuka pembicaraan saat mobil mulai melaju meninggalkan Zentech. Sadam melirik sekilas padanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN