48. Cerita 21+

1082 Kata

Sadam mengerjapkan matanya, membiasakan pada cahaya yang masuk ke dalam netranya. Otaknya kemudian mulai bekerja, mengingat apa yang terjadi. Hal terakhir yang dia ingat dengan jelas adalah saat dirinya melarikan diri dari seseorang yang membuat kacau dirinya dalam sedetik. Sadam langsung berlari masuk ke dalam lift dan naik ke kamarnya, lalu turun ke basement dan berjalan hingga lobi untuk memesan taksi ke Bandara, menghindari pertemuan yang sangat tidak dirinya inginkan terjadi lagi. Sejak tiba di bandara, dia sudah merasakan kepalanya yang berat dan napasnya yang tersengal, tapi dia berusaha sangat keras untuk tidak pingsan di sana dan bertahan hingga sampai di Jakarta. Barulah dia menyerahkan dirinya pada supir yang menjemputnya. Dalam ingatannya, dia tahu bahwa bukan rumahnya send

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN