Sadam tersenyum melihat sosok Vicha yang tertidur lelap di sofa panjang ruangannya. Padahal wanita itu datang dan berjanji akan menemani dirinya, tapi beberapa saat setelah menghubungi bagian HR, Vicha mengajak Sadam pindah ke sofa dan tak lama kemudian langsung terlelap dengan bersandar di pundaknya. "Tapi untung ada kamu ya. Kalau kamu enggak ada, aku mungkin udah jadi kayak dulu. Kamu..pasti kecapekan karena harus jalan dari ruangan kamu kesini." Tangan Sadam membenahi rambut Vicha yang jatuh ke wajahnya dengan perlahan, tanpa mau membuat wanita itu terbangun. Dia kemudian menaikan kedua kaki Vicha ke atas pangkuannya, ikut memejamkan mata. Tadi dia sudah meminta izin pada papanya dengan menceritakan secara garis besar soal pertemuannya dengan wanita itu. Kini dia diperbolehkan untu

