"Biar kutebak, Mas pasti enggak pernah makan di angkringan begini, kan?" Sadam menoleh sekilas pada Vicha yang berdiri di sebelahnya, sebelum kemudian menunduk lagi pada jajaran sate tusuk yang ada di depannya. Dia mengerutkan kening, menatap pada jeroan yang ditusuk seperti sate. "Memangnya, semua orang harus sudah pernah makan disini?" Anvicha mendengus. "Seenggaknya, orang-orang biasa kayak aku, udah pasti pernah makan di tempat ini." lalu dengan santai, Vicha mengambil sate kulit tiga buah, nasi kucing tiga buah, dan kemudian tahu serta tempe bacem. "Mas mau samain kayak aku?" Sesaat, Sadam memperhatikan apa yang ada di hadapannya. Setidaknya, kulit lebih baik daripada jeroan yang panjang dan terlilit itu, sehingga akhirnya dia mengangguk. "Iya, samain aja sama kamu." Setelah menye

