"Tau saya mba,sangat sangat paham saya akan hal ini tanpa harus mba tina jelaskan...tapi saya sudah menikah dengan tina kemarin dan saat saya keluar dari rumah itulah saya memutuskan untuk mengikuti keyakinan nita,maaf jika keputusan saya menyakiti hati keluarga besar...tapi tolong mengerti n pahami keputusan yg saya ambil" ujar gima dengan tegas
"Jahat kamu gima,mbak nggak nyangka kamu bisa sejauh ini!!"sahut mba tina sambil meneteskan air mata..."ayo mas,kita pulang,sudah tidak ada gunanya lagi bicara dengan anak durhaka ini"...
Mba tina dan keluarganya pun meninggalkan nita dan gima dalam kesunyian,hampir sepuluh menit lebih mereka terdiam dan akhirnya gima pun memecah kesunyian dengan kata katanya "sudah jujur pada satu kaka ku,kami 8 bersaudara jadi masih ada 3 kakakku dan 3 adikku yg harus aq beri penjelasan...tidak mudah tapi semoga aku mampu"
"Kamu yakin bisa ay menghadapi keluarga besarmu?terutama kedua orang tuamu?ujarku penuh ke khawatiran..
"Saat aku memutus kan memilih kamu dan meninggal kan rumah n kedua orang tuaku,maka aq sudah tau resiko apa yg akan aku hadapi...yakin lah semua akan baik baik saja dan tolong selalu doakan suamimu ini"
Tak terasa air matapun menetes,hati n pikiran ku saling beradu merasa bangga karna diperjuang kan atau merasa bersalah karna menjauhkan nya dari keluarga nya...