Samarinda…. Arthur membawa Safira berkeliling kota yang di juluki tepian Mahakam itu. Si kembar nampak heboh ketika melihat sungai Mahakam yang terbentang luas apalagi di tepian sungai terdapat orang jualan mulai dari makanan dan mainan. Kalau di Balikpapan Namanya melawai kalau di Samarinda Namanya tepian Mahakam. ‘’Mau turun di tepian kah?’’ tanya Arthur. ‘’Anak- anak belum makan, nanti takutnya malah main.’’ ‘’Oke, kita makan dulu.’’ Arthur membawa mobilnya ke sebuah restoran tepian Mahakam tempatnya di belakang ruko tidak kelihatan dari jalan raya tapi tempatnya sangat indah, pemandangannya menghadap sungai Mahakam dan jembatannya. ‘’Sepinya.’’ Kata Safir saat berhenti di depan restoran. ‘’Masuklah.’’ Arthur turun duluan ia membuka pintu belakang untuk mengangkat kedua anakn

