Rahayu merenungi nasibnya, ia bahkan kehilangan kedua anaknya. Salfina dan Safira. Ia tidak mampu memberikan cinta seorang ibu kepada Safir karena anak itu terlahir dari seseorang yang ia benci. Rahayu menoleh ke samping kanan, melihat Robbin duduk dengan jarak dua bangku panjang. Rahayu dan Robbin sedang berada di kantor kelurahan untuk meminta surat pindah, walaupun prosesnya nanti ada lagi. ‘’Aku minta maaf, maukah kamu memaafkanku?’’ tanya Rahayu. Robbin menengok dan mengangguk pendek. ‘’Aku sudah memaafkanmu sejak tidur dengan kekasihmu. Gak perlu minta maaf lagi, aku keisni Cuma mau urus surat pindah Safir.’’ Jawab Robbin. Kisah ini berawal dari Robbin pulang siang hari. Ia berniat pulang lebih awal karena hujan, hidup sederhana membuat lelaki itu pulang dengan jalan kaki di baw

