Malam harinya, dimension Sean sudah tersedia dengan hidangan khas Jerman di ruang makan. Sean memerintahkan para maid membuatnya untuk rekan bisnisnya yang akan berkunjung ke mension pribadinya. "Selamat datang di mensionku, tuan Alvin." Sambut Sean melihat rekannya itu telah tiba di mensionnya. "Terima kasih atas sambutannya, tuan William. Suatu kehormatan bisa datang ke mension pribadi anda ." Ucapnya menjabat tangan Sean. "Suatu kehormatan juga untukku, anda sudah bersedia mampir ke kediamanku." "Mari, kita nikmati dulu makan malam. Aku sudah menyiapkan banyak hidangan yang menggugah selera untuk anda." Ajak Sean dengan gurauan kecilnya. "Hahaha... jangan di bawa serius ucapan saya semalam, tuan." Balas tuan Alvin. Mereka pun melangkahkan kaki mereka ke ruan makan. Di sana sudah

