Bab 20

1092 Kata

Ana menoleh kearah Sean, dilihatnya dan memang benar saja. Sean tidur nyenyak bersandar di bahunya, senyum simpul terbit di wajah Ana melihat Sean tertidur. Ana memandang setiap pahatan-pahatan yang sempurna di wajah Sean. Ana memutuskan mengambil bantal sofa yang berada di sebelahnya dan membenarkan posisi tidur Sean agar tidak merasakan sakit semua nanti jika terbangun. Setiap ruangan yang berada di mension Sean selalu ada sofa panjang. Sepertinya, itu barang wajib bagi seorang Sean. Ana beralih mematikan TV besar itu setelah membenarkan posisi tidur Sean. Ana pun menatap luka sayatan yang berada di bahu kiri Sean. Ana duduk di lantai dan menatap lekat-lekat untuk melihat sebenarnya luka apa itu. Ana menyingkap sedikit lengan pendek Sean." Tidak mungkin luka ini tergores di kamar ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN