Bab 44

1029 Kata

"Kau belum mandi?" Ucap Ana saat menyusul Diva dan Sean. "Sebentar lagi." "Sudah sana, kau bau." Ucap Ana lagi. Seketika, Sean mengendus-endus dirinya sendiri untuk memastikan. "Diva... apa uncle bau." Sean pun beralih bertanya pada Diva. Diva ikut mengendus-endus di dekat Sean lalu menggeleng cepat. Entah kali ini apa yang akan di lakukan oleh Ana. "Cepatlah Sean. Aku tidak tahan." Ana menutup hidungnya rapat-rapat. "Tapi, aku tidak bau sayang." Ucap Sean. "Tidak, kau bau sekali." Ujar Ana lagi. "Sudah sana. Atau kau jangan mendekatiku." Sambung Ana. Sean pasrah dengan apa yang di perintah Ana. Ia melangkah menuju kamarnya lalu membersihkan dirinya. Saat Sean menuju kamarnya, mami dan papi Sean datang berkunjung ke mension miliknya. "Hai cucu grandma..." ucap mami Sean pada Diva.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN