“Jadi, setelah ini harus gimana?” Cilla mendongak dan mendapati Jonathan sudah berdiri di hadapannya dengan melipat kedua tangan di depan dadanya. Tatapan pria itu menyorot tegas Cilla yang sedari tadi memainkan ponsel, duduk di sofa ruang tengah. Perempuan itu mengedik. “Ya udah, jujur tentang hubungan kita aja. Aku simpanan kamu, selesai, kan?” Jonathan mengembuskan napas lelah. “Kamu nggak ada ide lain? Buruk banget pilihan kamu.” Cilla langsung berdiri dengan seringai penuh arti. “Dengerin, ya ....” “Kalau dipikir-pikir, aku termasuk perempuan yang bisa menyeimbangkan kamu. Wajahku cantik, tubuhku semampai, meskipun ada yang lebih tinggi kayak tiang listrik,” jelasnya sedikit menyindir penghuni di unit sebelahnya. Ia sangat yakin, jika Judith merasa cemburu yang luar biasa meng

