18. Sebuah Pelukan

1705 Kata

Meisya terduduk dengan lesu, perkataan Ando yang mengatakan bahwa ia akan menghadiri sidang sebagai pengacara Alena mau tak mau membuat pikiran Meisya suntuk. Ia ingin menepis segala pemikiran buruk yang terasa bercokol dalam kepalanya dan enggan pergi saat membayangkan apa saja yang mungkin akan terjadi saat Ando bersama Alena mengingat dari bagaimana kedekatan di antara mereka. Meisya tak menampik setelah kedekatan mereka selama beberapa hari belakangan ini dengan sikap Ando yang lebih lembut dan tentu tidak mengacuhkannya seperti awal-awal pernikahan mereka, membuat Meisya sedikit demi sedikit mulai menerima Ando sepenuhnya. Rasa itu mulai ada dan tumbuh secara perlahan dalam hati Meisya, lalu ketika ia kini menyadari bahwa suaminya tengah bersama dengan wanita lain yang tampak memil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN