"Mas..." Meisya sudah memikirkan ini sejak lama, dan entah mengapa dia tiba-tiba ingin mengatakan hal ini pada suaminya. "Kenapa Sayang?" Ando menatap istrinya yang saat ini tiba-tiba duduk di sampingnya dan meletakkan kepalanya pada pundak pria itu. Meisya tidak langsung menjawab, ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Ragu apakah dia harus mengatakan hal ini atau tidak. "Kalau aku ngomong ini kamu janji ya nggak akan marah?" Suaranya yang lembut mengalun tepat di samping telinga Ando, membuat pria itu langsung mengerutkan keningnya bingung saat mendengar perkataan istrinya. "Ngomong aja Sayang, emangnya apa yang mau kamu omongin sampai bikin aku marah?" "Itu... tiba-tiba kepikiran pengen ngelanjutin koas Mas." Hening selama beberapa saat, baik Ando maupun Meisya sama-sama terdiam

