23. Cemburu (2)

1183 Kata

Kesal, marah, tidak terima dan hal lainnya kini terasa bercokol dalam benak Ando. Sebisa mungkin ia menahan emosinya dengan menghirup udara di sekitarnya dalam satu tarikan napas panjang. Untuk saat ini pikirannya benar-benar diliputi kegelisahan, entah mengapa perkataan Alvin mengenai para dokter muda koas yang sangat rentan terkena cinta lokasi kembali memenuhi pikiran Ando membuatnya mengacak rambutnya frustasi. Ini tidak bisa dibiarkan, Ando secepatnya harus kembali meluruskan hal ini. Bahkan untuk saat ini, tumpukan dokumen yang masih menggunung di depan meja kerjanya tampak tak berkurang sedikit pun, membuat kepalanya bertambah pening. Bagaimana mungkin ia bisa mengerjakan tumpukan berkas kasus di depannya jika pikirannya terus tertuju pada Meisya, berulang kali ia menengok arloji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN