Nana dan Luke akhirnya tiba di rumah sakit membawa Hani dengan Nana yang mengambil alih menyetir. Hani segera dibawa ke ruang IGD dibantu dengan petugas rumah sakit dan kini mereka sedang duduk di kursi ruang tunggu luar ruangan, menunggu Dokter yang memeriksa keluar. Mereka duduk berjarak dengan Luke yang sedari tadi terus menundukkan kepalanya dan mengepalkan tangannya kuat. Mereka hanya diam dan menangis tak bersuara, Nana tidak berani mengajak Luke berbicara, sesekali ia melirik Luke dengan wajah takutnya. Bagaimana ia tidak takut bila ia kini sedang duduk berdekatan dengan orang yang mempunyai dendam pada suaminya dan juga yang menyebabkan temannya menjadi seperti ini. Drrtt drrt... Nana sontak mengalihkan atensinya ke tas mininya yang berada di pangkuannya ketika ponselnya bergetar

