Setibanya di rumah, mereka tidak ada mendapati siapapun di sana. “Kayaknya Mama belum datang deh Mas,” “Iya, mungkin sebentar lagi.” Mereka keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Nana membawa kue yang dibeli saat di perjalanan pulang tadi, sedangkan Max membawa tas laptopnya. “Mas, aku mau nyusun kuenya ke piring dulu ya,” “Hm,” jawab Max dengan gumaman, Nana bergegas ke dapur, hingga tak sadar ia sedikit berlari. “Jangan lari-lari Nana, nanti kamu jatuh.” “Iya Mas!” seru Nana yang sudah tiba di belakang. Max menggelengkan-gelengkan kepalanya lalu pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Ting! Setelah menyusun kue di piring dan membuat minuman untuk Mama dan Mama mertuanya. Suara bel rumah pun berbunyi. “Ah, itu pasti mereka.” Nana bergegas kembali ke depan, membukakan

