Lala yang sedang menunggu majikannya pulang di ruang tamu sontak bangkit dari sofa ketika mendengar suara mobil datang. Ia pun segera membukakan pintu setelah memastikan bila yang datang benar Max dan Nana. Ceklek! “Mas, Mbak Nana kenapa?” tanya Lala ketika mendapati Nana berada dalam gendongan Max. “Ngga apa-apa, dia cuma ketiduran. Saya langsung ke atas ya,” “Iya Mas,” Lala kembali menutup pintu dan menguncinya. Ia menatap pergerakan Max yang sudah hilang dari pandangannya dengan tatapan dinginnya. Setelah masuk ke kamar, Max merebahkan Nana pelan agar istrinya itu tidak terbangun, namun usahanya sia-sia saja ketika Nana malah membuka matanya. “Eungg,” “Eh, maaf kamu jadi terbangun.” Nana terbangun, menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Max dengan cepat meletakkan bantal

