“Luke!” Luke menolehkan kepalanya, mendapati Max bersama istrinya sedang melangkah menghampirinya. Luke sontak berdiri. “Ibumu tadi mengabari kami kalau Hani sudah dipindahkan ke ruang rawat. Apa benar dia sudah dipindahkan ke ruang rawat anggrek-1?” tanya Max. Luke mengangguk pelan, ia menunjuk ruang rawat yang di atasnya terdapat papan yang bertuliskan anggrek-1. “Iya, dan ini ruang rawatnya.” jawab Luke dengan wajah datarnya. Max mengangguk paham. “Terus, kenapa kamu di luar? Siapa yang berjaga di dalam?” “Apa Hani sudah sadar?” timpal Nana. “Ya, dia sudah sadar. Kalian masuklah, tidak ada orang di dalam. Dia tidak ingin bertemu denganku.” Nana dan Max sontak saling berpandangan ketika Luke memasang wajah sedihnya. “Hm, apa orangtua Hani sudah datang ke sini?” Luke mengangguk.

