Max akhirnya tiba di rumah orangtuanya bersama Seno. Adik Papanya itu memang minta diantarkan ke rumah Abangnya, Jack. “Terima kasih ya Max sudah mengantarkan saya sampai sini.” tutur Seno, pria paruh baya yang memakai kacamata dengan frame oval itu. “Iya sama-sama Pak. Mari saya bantu bawain kopernya ya,” “Iya Max.” Ting! Seno memencet bel rumah ketika tiba di depan pintu. Ting! Belum ada juga yang membukakan pintu, Seno memeriksa jam di pergelangan tangannya yang telah menunjukkan pukul 11 malam. “Apa mereka sudah tidur ya?” “Apa Bapak belum mengabari Papa kalau Bapak akan tiba di Jakarta malam ini?” “Belum Max, saya itu rencananya mau buat kejutan,” Max tersenyum, “Ohh, ya udah coba pencet belnya lagi aja Pak.” Seno mengangguk lalu kembali memencet bel rumah. Ting! Ta

