Hanya dentingan suara sendok dan garpu yang terdengar di ruang makan sejak tadi. Max sibuk dengan makanannya sementara Nana sibuk dengan pikirannya, ia terlihat melamun sembari menusuk-nusuk daging ayam goreng yang belum disantapnya sama sekali. Tidak ada pembicaraan di antara mereka sejak tadi hingga membuat Max merasa aneh. Sesekali ia melirik Nana yang tampak melamun. “Ehem,” Max berdehem pelan, namun Nana masih tampak tak menghiraukannya. “Ehem!” Nana tersadar dari lamunannya ketika suara deheman Max mulai meninggi. Ia menatap Max dengan tatapan bingungnya. “Kenapa melamun aja? Dimakan itu makan malamnya." “Iya Mas.” jawab Nana seadanya disertai dengan senyum tipisnya lalu mulai menyantap makan malamnya dalam diam. Setelah menyelesaikan makan malam, Max langsung mengambil duduk di

