Cincin & Khitbah

1077 Kata

Siapa perempuan yang tidak merona mendengar pengakuan cinta seromantis itu. _____________ Saya mantapkan hati dan diri untuk bertamu di kediaman sosok perempuan yang ingin saya khitbah. Entah di tolak atau tidak, akan saya pikirkan belakangan. Intinya saya sudah berani mengutarakan niat saya. Jika pun diterima, maka Alhamdulillah dan jika pun tidak, saya akan menerima. "Jadi ada apa ya nak Azzam kemari?" Umi nya dia bertanya. Kenapa saya jadi ragu untuk mengatakan niat saya kemari. Tapi jika saya juga berani datang, pantang untuk saya mundur, rasanya tanggung sekali. Saya menatap Umi, kakaknya dan juga kakak iparnya yang turut hadir menemui saya. Saya rasa ini waktu yang pas. Mengingat sebelum di perjalanan, Rizky sempat menelpon saya dan mengatakan perihal pertanyaannya pada Syasya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN